إياك نعبد وإياك نستعين
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”
Assalamualaikum saudaraku pembaca setia spring gallery. Semoga kita selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin. Di malam yang sunyi ini, admin pengen bahas hal yang cukup nyesek dikalangan mahasiswa, anak rantau.
Mayoritas anak rantau yang memiliki hubungan baik dan keletakan (attachment) yang baik dengan orang tuanya pasti akan merasakan hal ini. Kesedihan yang mendalam saat harus pergi ke tanah rantau demi berguru untuk mencari ilmu. Tak heran jika banyak anak rantau di awal masa rantaunya menangis teringat kampung halaman dan rumah yang penuh kehangatan akan cinta keluarga (terutama orang tua).
Tapi gengs, kalau kita bisa ambil dari sudut pandang berbeda, jadi anak rantau justru bisa jadi ledakan titik balik kehidupan untuk hijrah dan belajar untuk istiqomah. Kenapa ?
Kita berada ditanah rantau yang pasti ngga akan bisa ngandelin orang tua, kecuali untuk urusan finansial dan doa orang tua. Doa orang tua yang menembus langit ke-7 tentu menjadi peran paling penting.
Dengan terlepasnya ketergantungan kita terhadap orang tua, maka hati kita yang sering gelisah dan rindu akan rumah sudah seharusnya disibukkan untuk mengingat-Nya. Meski rutinitas, kesibukan kampus bahkan mungkin jalan-jalan bisa merepress rasa rindu itu, sejatinya ketenangan hati lebih dapat kita rasakan jika kita senantiasa dzikrullah.
Jadi anak rantau ? Jangan takut, kita gantungka seluruh urusan pada Allah. Pemilik hati orang tua kita, pemilik hati dosen, pemilik hati teman-teman kita dan penentu takdir jalan hidup kita dipertemukan dengan siapakah nanti.
Rasulullah harus ditinggal pergi kedua orang tuanya agar menjadi pribadi mandiri, tangguh dan yang terpenting menggantungkan seluruh urusan hanya pada Allah. Merantau berarti mengandalkan Allah. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus kata ustadz Yusuf Mansur. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tips biar hati mantap berhijrah dong :)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusAduh gimana ya. Aku belum berpengalaman soalnya aku baru Hijrah dan belum istiqomah hehe..
HapusCz, yang terpenting dari sebuah proses kan istiqomah. Ngga peduli kamu cuma sekedar kasi makan kucing, tersenyum sama orang, memaafkan orang lain (setiap hari sebelum tidur) kalau amalan kecil itu di dawamkan (dilakuka secara terus menerus), insyaAllah bisa membantu kita memperberat timbangan amal baik.
Untuk berhijrah jangan pernah lupa :
- Niat sungguh-sungguh, mantabkan hati
- Bergaul dengan orang-orang shalih atau sedang berpeoses menjadi shalih
- Segera mulai prosesnya karena iman naik-turun maka segerakan. Kita ngga tau juga kapan akan di ambil oleh-Nya. Sementara orang tua kita membutuhkan anak yang shalih untuk menjadi penolong di akhirat, sementara anak kita memerlukan ibu yang shalih agar menjadi generasi emas bangsa ini. Semangaaatt ❤ setiap orang berpotensi untuk menjadi baik karena fitrah kita memang baik. Lingkunganlah yang seringkali menutup hati kita. You can do it!❤ Allah sayang kamu mangkanya masih dikasih waktu untuk hijrah❤❤
Terimakasiiiiihhhh :""""")
HapusBarakAllah ❤ jazakillah khairan katsir ❤❤
Hapus