Admin
mengenal beberapa teman penghafal Al-Quran baru-baru ini, mereka membawa banyak
kisah dari masa lalu mereka dan banyak memberi pelajaran. Dua orang yang admin
kenal adalah anak gap year. Mereka sebenarnya
sudah hafal beberapa juz dari Al-Quran dan tidak lolos tes untuk masuk ke
perguruan tinggi. Saat suatu hari kami bertiga bercakap-cakap,
admin penasaran
kenapa mereka tidak memilih jalur khusus untuk penghafal Al-Quran dan
mendapatkan beasiswa ?
“
Ngga mau, takut. Kita harus meluruskan niat sebelum menghafalkan Al-Quran. Jadi,
aku pilih jalur tulis aja.” Lewat pernyataan singkat itu, admin merasa tertegun
sejenak. Admin kembali berpikir mengenai tujuan hidup admin, mengenai
ambisi-ambisi, cita-cita yang kebanyakan dibutakan oleh keinginan duniawi.
Kisah
kedua dimulai saat admin ngerasa galau di suatu sore bolong. Eh ? Jadi, waktu
itu admin lagi kehilangan motivasi buat ngapa-ngapain. Sambil guling-guling di
kasur, admin iseng aja tuh nanya ke temen admin yang waktu itu mau mandi.
“
Eh, kok aku males banget ya. Aku ngerasa banyak ambisiku uda tercapai. Aku bingung
mau ngapain lagi. Motivasi aku dong.”
“
Aku tuh juga males banget kalau lagi di rumah, bingung mau ngapain. Tapi, ya
itu tau ngga sih kalau males itu berarti kita sombong ? Kan kita uda ngerasa
ini-itu akhirnya kita males, jadi kita sombong. Coba kalau kita ngerasa banyak
kekurangan, pasti kita akan berusaha menutupi dengan kelebihan kita.”
Seketika
itu admin cuma diem aja, mikir. Awalnya sih ngga paham ya, tapi setelah
menimbang-nimbang mungkin analoginya gini, kalau kita mau ujian atau kuis,
orang yang ngerasa cemas, khawatir pasti akan berusaha mengurangi tekanan itu
dengan belajar dan berusaha semaksimal mungkin, sedangkan orang-orang yang
males kemungkinan besar mereka beranggapan mereka pasti bisa mengerjakan soal
dengan mudah. Jadi, ya bisa jadi orang yang males itu ya orang yang sombong.
“
Aku bingung mau ngejar mimpiku yang mana lagi. Aku uda ngga punya harapan dan
obsesi.”
“
Bagus loh, kamu uda bikin banyak achievment
dalam kehidupanmu, aku aja belum ngapa-ngapain hehe..”
“
Apa sih yang bikin kamu termotivasi buat hafalin Al-Quran ?”
“
Karena aku ngga bisa kasih apa-apa ke orang tuaku. Aku belum bisa cari uang buat mereka, aku ngga bisa ganti uang yang mereka kasih, aku ngga bisa membalas jasa mereka. Sebagai rasa terima kasihku
ke mereka, aku berusaha menghafal Al-Quran dan memberi kemuliaan di surga
nanti.”
Ya,
itulah kata-kata yang selalu admin ingat. Dekat dengan-Nya tidak membuat kita
akhirnya meninggalkan perkara dunia, namun justru berusaha dan bertawakkal
semaksimal mungkin untuk meraih keduanya. Luruskan niat sebelum melakukan
sesuatu apa pun agar tidak sia-sia. Yang sebenarnya diinginkan orang tua adalah
mempunyai anak shalih-shalihah karena anak-anak yang shalih adalah investasi
bagi orang tua.
Selamat
malam, selamat kembali mengerjakan tugas. Semoga percakapan-percakapan singkat
dan ringan ini membawa manfaat bagi kehidupan kita. Jazakumullah khairan
katsir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar