Rabu, 26 September 2018

Belajar Ikhlas dari Mereka (Para Penghafal Al-Quran)



           
Assalamualaikum sahabat Spring Gallery, selamat malam. Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Di malam Kamis ini admin bakal share beberapa kisah dari teman-teman admin, para hafidzah. Mereka orang-orang hebat, kuat, ikhlas dan insyaAllah dijamin untuk dapat memberikan kemuliaan bagi orang tua mereka.
            Admin mengenal beberapa teman penghafal Al-Quran baru-baru ini, mereka membawa banyak kisah dari masa lalu mereka dan banyak memberi pelajaran. Dua orang yang admin kenal adalah anak gap year. Mereka sebenarnya sudah hafal beberapa juz dari Al-Quran dan tidak lolos tes untuk masuk ke perguruan tinggi. Saat suatu hari kami bertiga bercakap-cakap,
admin penasaran kenapa mereka tidak memilih jalur khusus untuk penghafal Al-Quran dan mendapatkan beasiswa ?
            “ Ngga mau, takut. Kita harus meluruskan niat sebelum menghafalkan Al-Quran. Jadi, aku pilih jalur tulis aja.” Lewat pernyataan singkat itu, admin merasa tertegun sejenak. Admin kembali berpikir mengenai tujuan hidup admin, mengenai ambisi-ambisi, cita-cita yang kebanyakan dibutakan oleh keinginan duniawi.
            Kisah kedua dimulai saat admin ngerasa galau di suatu sore bolong. Eh ? Jadi, waktu itu admin lagi kehilangan motivasi buat ngapa-ngapain. Sambil guling-guling di kasur, admin iseng aja tuh nanya ke temen admin yang waktu itu mau mandi.
            “ Eh, kok aku males banget ya. Aku ngerasa banyak ambisiku uda tercapai. Aku bingung mau ngapain lagi. Motivasi aku dong.”
            “ Aku tuh juga males banget kalau lagi di rumah, bingung mau ngapain. Tapi, ya itu tau ngga sih kalau males itu berarti kita sombong ? Kan kita uda ngerasa ini-itu akhirnya kita males, jadi kita sombong. Coba kalau kita ngerasa banyak kekurangan, pasti kita akan berusaha menutupi dengan kelebihan kita.”
            Seketika itu admin cuma diem aja, mikir. Awalnya sih ngga paham ya, tapi setelah menimbang-nimbang mungkin analoginya gini, kalau kita mau ujian atau kuis, orang yang ngerasa cemas, khawatir pasti akan berusaha mengurangi tekanan itu dengan belajar dan berusaha semaksimal mungkin, sedangkan orang-orang yang males kemungkinan besar mereka beranggapan mereka pasti bisa mengerjakan soal dengan mudah. Jadi, ya bisa jadi orang yang males itu ya orang yang sombong.
            “ Aku bingung mau ngejar mimpiku yang mana lagi. Aku uda ngga punya harapan dan obsesi.”
            “ Bagus loh, kamu uda bikin banyak achievment dalam kehidupanmu, aku aja belum ngapa-ngapain hehe..”
            “ Apa sih yang bikin kamu termotivasi buat hafalin Al-Quran ?”
            “ Karena aku ngga bisa kasih apa-apa ke orang tuaku. Aku belum bisa cari uang buat mereka, aku ngga bisa ganti uang yang mereka kasih, aku ngga bisa membalas jasa mereka. Sebagai rasa terima kasihku ke mereka, aku berusaha menghafal Al-Quran dan memberi kemuliaan di surga nanti.”
            Ya, itulah kata-kata yang selalu admin ingat. Dekat dengan-Nya tidak membuat kita akhirnya meninggalkan perkara dunia, namun justru berusaha dan bertawakkal semaksimal mungkin untuk meraih keduanya. Luruskan niat sebelum melakukan sesuatu apa pun agar tidak sia-sia. Yang sebenarnya diinginkan orang tua adalah mempunyai anak shalih-shalihah karena anak-anak yang shalih adalah investasi bagi orang tua.
            Selamat malam, selamat kembali mengerjakan tugas. Semoga percakapan-percakapan singkat dan ringan ini membawa manfaat bagi kehidupan kita. Jazakumullah khairan katsir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar