Kamis, 09 November 2017

Mari Jaga Perasaan

Jangan menampakkan emosi kalian terlalu gamblang menunjukkan ekspresi. Utamanya, jangan banyak tertawa.
- Pak Sudjiono, 2017-



  Assalamualaikum saudara-saudaraku, pembaca setia spring gallery. Semoga Allah selalu merah mati kita di Jumat pagi yang (di sini) sedang cerah.  berawan.
  Saudara-saudaraku, kalian bisa nebak ngga kira-kira itu judul mengarah kemana ? Hmm...
  Oke, langsung aja. Belajar dari mawapres. Hari itu (eh hari itu) tiba-tiba saja terbersit di kepala Mimin. Kenapa seorang mawapres yang notabene sudah mencapai puncak prestasi saat berstatus mahasiswa tidak meng-ekspose keberhasilannya di sosial media ? Apa dia sudah mencapai puncak pada Piramida maslow (aktualisasi diri) ?
  Setelah berdiskusi dengan teman-teman, dan menanyakan langsung pada mawapres. Beliau menjawab bahwa
“ Kita hidup di dunia ini ada banyak karakter orang, ada banyak keadaan. Maka dari itu, sudah sepantasnya menjaga perasaan orang lain. Sudah sepantasnya kita menjaga perasaan orang yang berkarakter 'suka minder' bahkan tanpa mereka minta. Karena sebenarnya kemampuan kita sama saja, aku hanya sekadar lebih beruntung dari mereka. Ya, kita semua sama.”
  Malam itu Mimin terpukul, luar biasa. Belajar kerendahan harian dari seorang mawapres psikologi. Maka quotes dari dosen filsafat Mimin tiba-tiba saja terngiang. Inilah maksudnya.
  Jangan terlalu banyak tertawa, karena diluar sana banyak orang yang menangis. Entah karena kehilangan orang yang ia cintai, entah karena problematika lain dalam hidup mereka. Maka sudah sepantasnya kita menjaga perasaan sesama manusia, jika di sana masih banyak orang-orang yang kelaparan. Setidaknya, cukuplah kita mensyukuri nikmat Tuhan dengan berbagi tanpa perlu meng-ekspose secara berlebihan.
  Perenungan panjang itu terjawab sudah. Ilmu yang bermanfaat. Terima kasih telah Kau beri sedikit pemahaman. Terima kasih dosen, terima kasih mawapres yang rendah hati. Jazakillah khairan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar