Assalamualaikum
sahabat pena Gallery Spring ? Apa kabar ? Semoga baik-baik saja di sana hehe :D
Selama berminggu-minggu admin menghilang karena di telan berbagai tugas dan
ujian. Hari ini admin kembali *cling*. Admin membawa artikel baru nih yang
sekiranya bisa bermanfaat untuk pembaca dan menjadi pencerahan.
Jangan
di kira selama admin meghilang admin hanya memelajari buku-buku yang
membosankan, tenggelam dalam rutinitas. Sebaliknya, admin justru banyak belajar
pelajaran hidup selama menjalani liburan Ujian Akhir Madrasah Bersetandar
Nasional ( Usek ), Ujian
Nasional dan ujian-ujian lainnya. Langsung saja,
mengapa admin mengangkat judul ini ? Ya ! Karena remaja saat ini banyak yang
bingung menentukan potensi dan bakatnya. Bahkan kebanyakan dari mereka justru
melihat diri orang lain sehingga menyebabkan penyakit minder.
Apa
sih minder itu ? Menurut kamus bahasa Indonesia, minder artinya rendah diri. Loh
kak, bukannya dalam Islam di anjurin buat rendah diri ? Lah. Yang di anjurin
itu rendah hati bukan rendah diri. Perbedaan
antara keduanya memang sangat tipis, namun tentulah tetap dapat dibedakan. Ciri
orang rendah diri biasanya mencerminkan dirinya seolah ialah orang lain. Seakan
ia tak ada bandingan apa-apa dengan orang lain. Selalu melihat orang lain,
hingga ia lupa harus melihat ke dalam, melihat kekuatannya, melihat dirinya
sendiri.
Rendah
hati itu di ibaratkan seperti padi. Semakin tua, semakin mengetahui ia semakin
menunduk. Sama seperti padi, semakin menguning dan tua semakin merunduk. Sedangkan
rendah diri selalu tidak nyaman menerima kelebihan dirinya dan selalu
membesarkan hal yang negatif dari dirinya. Lalu bagaimana mengatasi rasa minder
? Sebetulnya cukup mudah, kita hanya perlu memandang ke dala, pelajari semuanya
yang ada dalam diri, temukan dan eksplorasikan, tunjukkan potensi diri lewat berkarya.
Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar