Rabu, 22 April 2015

Minder dan Rendah Hati



Assalamualaikum sahabat pena Gallery Spring ? Apa kabar ? Semoga baik-baik saja di sana hehe :D Selama berminggu-minggu admin menghilang karena di telan berbagai tugas dan ujian. Hari ini admin kembali *cling*. Admin membawa artikel baru nih yang sekiranya bisa bermanfaat untuk pembaca dan menjadi pencerahan.
Jangan di kira selama admin meghilang admin hanya memelajari buku-buku yang membosankan, tenggelam dalam rutinitas. Sebaliknya, admin justru banyak belajar pelajaran hidup selama menjalani liburan Ujian Akhir Madrasah Bersetandar Nasional ( Usek ), Ujian
Nasional dan ujian-ujian lainnya. Langsung saja, mengapa admin mengangkat judul ini ? Ya ! Karena remaja saat ini banyak yang bingung menentukan potensi dan bakatnya. Bahkan kebanyakan dari mereka justru melihat diri orang lain sehingga menyebabkan penyakit minder.
Apa sih minder itu ? Menurut kamus bahasa Indonesia, minder artinya rendah diri. Loh kak, bukannya dalam Islam di anjurin buat rendah diri ? Lah. Yang di anjurin itu rendah hati bukan rendah diri. Perbedaan antara keduanya memang sangat tipis, namun tentulah tetap dapat dibedakan. Ciri orang rendah diri biasanya mencerminkan dirinya seolah ialah orang lain. Seakan ia tak ada bandingan apa-apa dengan orang lain. Selalu melihat orang lain, hingga ia lupa harus melihat ke dalam, melihat kekuatannya, melihat dirinya sendiri.
Rendah hati itu di ibaratkan seperti padi. Semakin tua, semakin mengetahui ia semakin menunduk. Sama seperti padi, semakin menguning dan tua semakin merunduk. Sedangkan rendah diri selalu tidak nyaman menerima kelebihan dirinya dan selalu membesarkan hal yang negatif dari dirinya. Lalu bagaimana mengatasi rasa minder ? Sebetulnya cukup mudah, kita hanya perlu memandang ke dala, pelajari semuanya yang ada dalam diri, temukan dan eksplorasikan, tunjukkan potensi diri lewat berkarya. Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar