Buah yang di kenal masyarakat
berasal dari Papua Barat ini sebenarnya juga dapat tumbuh di Sulawesi, Maluku
maupun Jawa dengan ketinggian tanah 1.400 meter
di atas permukaan laut. Di Papua dikenal 2 (dua) jenis matoa, yaitu Matoa
Kelapa dan Matoa Papeda. Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada
tekstur buahnya dan mulai di jual di pasaran meskipun amat
jarang. Buah dengan nama latin Pometia pinnata ini di kenal dengan nama buah Matoa oleh masyarakat
Indonesia. Buah ini juga di golongkan dalam famili Sapindaceae yang
digolongkan dalam keluarga rambut-rambutan.
Buah ini tergolong dalam buah
musiman, karena biasanya hanya tumbuh di bulan-bulan tertentu seperti bulan
September – Oktober. Karena alasan inilah buah ini termasuk buah yang cukup
mahal harganya di pasaran.Dan, biasanya hanya dijual di toko-toko besar saja.
Tidak hanya di Indonesia, bahkan buah matoa juga tumbuh di Malasyia ( dibagian
timur Papua ) serta di bagian tropis Australia.
Buah yang memiliki kulit keras
dengan bewarna hijau muda saat muda dan bewarna cokelat saat sudah tua ini memiliki
rasa yang tergolong unik. Karena banyak orang mendefinisikan rasa buah ini
berbeda-beda. Beberapa mengatakan bahwa buah ini memiliki rasa sepeti buah
kelengkeng, namun banyak juga yang mendefinisikan rasa buah ini seperti buah
rambutan atau bahkan leci. Cara mengupasnya pun juga tidak biasa, membutuhkan
kekuatan karena kulit matoa ini keras.
Buah matoa juga memiliki beberapa
kandungan yang memiliki manfaat. Buah matoa mengandung vitamin C dan vitamin E.
Namun, lebih dominan mengandung vitamin E, vitamin E pada buah matoa mengandung
beberapa manfaat, di antaranya :
1.
Sifat antioksidan
Vitamin E penting untuk membran sel. Misalnya, Vitamin E melindungi sel-sel
paru-paru yang berada dalam kontak konstan dengan sel darah putih dan oksigen
dan membantu melawan penyakit. Manfaat lain yang penting dari vitamin E adalah
membantu mengurangi kolesterol dan risiko terkena kanker.
2.
Vitamin E membantu
mempertahankan kadar air alami dalam kulit. Minyak Vitamin E membuat wajah
kusam menjadi lebih bersinar, kulit kering terlihat lebih sehat dan segar. Anda
juga dapat merawat kuku dengan cara mengoleskan sedikit minyak vitamin E secara
teratur.
3.
Banyak wanita
melaporkan bahwa vitamin E membantu mengurangi hot flashes dan gejala menopause
lainnya.
4.
Vitamin E melindungi
dinding arteri dan mencegah terjadinya oksidasi kolesterol jahat atau yang
biasa dikenal dengan LDL (low-density lipoprotein). Oksidasi kolesterol LDL
merupakan sebuah sinyal awal yang menandai adanya penyumbatan arteri.
5.
Tingginya kadar
Vitamin E dalam tubuh mampu mengurangi resiko serangan jantung atau stroke dan
memperlambat tanda-tanda penuaan.
6.
Manfaat Vitamin E dalam
minyak nabati membantu menjaga makanan agar tetap segar dan tidak cepat basi.
Vitamin E juga berfungsi untuk melindungi Vitamin A dalam makanan dari oksidasi. Hal ini membuat vitamin E sebagai
pengawet makanan alami.
7.
Vitamin E melindungi
sel dan DNA dari kerusakan yang dapat berubah menjadi kanker. Menghambat
pertumbuhan tumor sekaligus meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mencegah
zat prakanker berubah menjadi karsinogen. Studi dengan tikus menunjukkan bahwa
Vitamin E yang dioleskan pada kulit dapat membantu mencegah kanker kulit akibat
paparan radiasi ultraviolet.
8.
Wanita yang menderita
penyakit payudara fibrokistik dapat dibantu dengan suplementasi Vitamin E.
Penyakit payudara fibrokistik ditandai dengan payudara yang terasa sakit, yang
terkadang disertai dengan dengan benjolan jinak atau pembengkakan, mulai
beberapa hari sebelum periode menstruasi.
9.
Vitamin E juga dapat
bermanfaat bagi penderita diabetes dengan jalan meningkatkan aksi insulin dan
meningkatkan metabolisme glukosa darah dengan mengurangi stres oksidatif.
10.
Seorang Atlet juga
memerlukan asupan Vitamin E yang cukup. Akibat latihan yang dijalankan oleh
seorang atlet dapat menciptakan radikal akibat proses metabolisma. Manfaat
Vitamin E juga dapat meredakan nyeri pada otot betis yang terjadi pada
malam hari setelah berolahraga.
11.
Bayi prematur
menerima vitamin E untuk mengurangi atau mencegah kerusakan oksigen ke retina
mata sebagai akibat dari ventilasi buatan.
12.
Sebuah penelitian
yang dilakukan dengan objek hewan menunjukkan bahwa vitamin E dapat membatasi
kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh polusi udara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar