Assalamualaikum sahabat pena Spring
Gallery di mana pun kalian berada. Semoga Allah selalu beserta kalian. Hari ini,
mimin mau bercerita *uhuy* yah sekali-sekali nggak masalah kan berbagi ilmu
dengan bercerita biar nggak monoton lah. Masa tiap ngepost, postnya bahasanya
pakai EYD. Bosen lah pastinya sebagai anak muda :D ya sudah, langsung aja tanpa
bermaksud menggurui, mimin ingin bercerita.
Hari
itu ada sekumpulan anak remaja yang lagi nongkrong di kantin. Mereka berbincang-bincang
sembari memakan bekal makan mereka yang mereka bawa dari rumah. Lah ? Kalau
gitu, kenapa nongkrong di kantin kalau sudah bawa makan ? Biar kelihatan
sedikit gaul *plak* padahal sebenarnya mereka ini alim-alim. Yang mereka
obrolin buktinya bermanfaat. Kira-kira seperti inilah obrolan mereka.
“
Kalian tahu nggak siapa manusia paling kuat di dunia ?” Tanya A setelah
mengunyah makanan.
“
Spiderman.”
“
Salah.”
“
Superman.”
“
Salah.”
“
Batman ?”
“
Salah.”
“
Alah, aku tahu.” Kata B dengan tatapan menggoda.
“
Apa ?”
“
Pasti hulk, kan badannya gede, hijau lagi.” Namun pernyataan itu segera di
tanggapi dengan ledakan tawa dari kawan-kawannya. Lalu siapa ?
“
Tau nggak, kawan-kawan. Orang yang paling kuat kata Rasulullah adalah orang
yang dapat menahan nafsunya. Haditsnya kira-kira berbunyi ‘ Orang yang kuat
bukanlah orang yang menang dalam gulat. Namun, orang yang mampu menahan
amarahnya.’” Mereka segera ber-oh panjang.
Dari
kisah di atas dapat kita petik hikmah untuk selalu bersabar meski pun kata orang
sabar itu ada batasnya. Remaja biasanya identik dengan sesuatu yang
menggebu-gebu. Bersemangat. Dan sulit mengendalikan amarah. Dalam beberapa
kasus sepele bahkan sering memicu amarah di kalangan remaja, contohnya seperti
supoter sepak bola yang tidak terima ketika tim kesayangannya kalah. Bahkan,
orang yang taat beragama pun tak jarang marah. Antar ormas saling mengejek,
mengcaci. Apalah guna dari itu semua ? Yang ada hanya menimbulkan dosa dan
sakit hati.
Saya
sering mendengar nasehat dari guru saya yang kira-kira seperi ini bunyinya “
Kalau kamu marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika tetap marah berbaringlah,
jika tetap marah tidurlah. Berwudhulah dan shalat 2 rakaat untuk meredamnya.” Dari
kisah di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa kita selayaknya sebagai generasi
muda Islam saling tolong menolong, berpegang tangan, bersatu menghadapi
kedzaliman. Bukan malah bertengkar satu sama lain, beradu dan akhirnya
menimbulkan pecah berai dalam umat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar