Jumat, 24 April 2015

Siapa Orang Paling Kuat di Dunia ?


           

            Assalamualaikum sahabat pena Spring Gallery di mana pun kalian berada. Semoga Allah selalu beserta kalian. Hari ini, mimin mau bercerita *uhuy* yah sekali-sekali nggak masalah kan berbagi ilmu dengan bercerita biar nggak monoton lah. Masa tiap ngepost, postnya bahasanya pakai EYD. Bosen lah pastinya sebagai anak muda :D ya sudah, langsung aja tanpa bermaksud menggurui, mimin ingin bercerita.
Hari itu ada sekumpulan anak remaja yang lagi nongkrong di kantin. Mereka berbincang-bincang sembari memakan bekal makan mereka yang mereka bawa dari rumah. Lah ? Kalau gitu, kenapa nongkrong di kantin kalau sudah bawa makan ? Biar kelihatan sedikit gaul *plak* padahal sebenarnya mereka ini alim-alim. Yang mereka obrolin buktinya bermanfaat. Kira-kira seperti inilah obrolan mereka.
“ Kalian tahu nggak siapa manusia paling kuat di dunia ?” Tanya A setelah mengunyah makanan.
“ Spiderman.”
“ Salah.”
“ Superman.”
“ Salah.”
“ Batman ?”
“ Salah.”
“ Alah, aku tahu.” Kata B dengan tatapan menggoda.
“ Apa ?”
“ Pasti hulk, kan badannya gede, hijau lagi.” Namun pernyataan itu segera di tanggapi dengan ledakan tawa dari kawan-kawannya. Lalu siapa ?
“ Tau nggak, kawan-kawan. Orang yang paling kuat kata Rasulullah adalah orang yang dapat menahan nafsunya. Haditsnya kira-kira berbunyi ‘ Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam gulat. Namun, orang yang mampu menahan amarahnya.’” Mereka segera ber-oh panjang.
Dari kisah di atas dapat kita petik hikmah untuk selalu bersabar meski pun kata orang sabar itu ada batasnya. Remaja biasanya identik dengan sesuatu yang menggebu-gebu. Bersemangat. Dan sulit mengendalikan amarah. Dalam beberapa kasus sepele bahkan sering memicu amarah di kalangan remaja, contohnya seperti supoter sepak bola yang tidak terima ketika tim kesayangannya kalah. Bahkan, orang yang taat beragama pun tak jarang marah. Antar ormas saling mengejek, mengcaci. Apalah guna dari itu semua ? Yang ada hanya menimbulkan dosa dan sakit hati.
Saya sering mendengar nasehat dari guru saya yang kira-kira seperi ini bunyinya “ Kalau kamu marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika tetap marah berbaringlah, jika tetap marah tidurlah. Berwudhulah dan shalat 2 rakaat untuk meredamnya.” Dari kisah di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa kita selayaknya sebagai generasi muda Islam saling tolong menolong, berpegang tangan, bersatu menghadapi kedzaliman. Bukan malah bertengkar satu sama lain, beradu dan akhirnya menimbulkan pecah berai dalam umat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar