Selasa, 17 Juli 2018

Bidadari untuk Dewa by Asma Nadia

“ Bahagia itu sederhana. Dekat dengan-Nya dan dekat denganmu.”
-Asma Nadia-


Assalamualaikum gaes! Welcome to spring gallery! Hello, aku baru kelar baca satu novel yang pecah paraaaahhhh..

Eit, sebelum aku cerita sinopsis dan kasi pendapat aku soal novel ini. Kuy cek data bukunya.

Penulis : Asma Nadia
Penerbit : KMO Publishing
Cetakan : I Oktober 2017
Tebal.    : 522 hlm.

Hff selesai baca buku ini ada perasaan lega, senyum, berbunga-bunga, geli, ah apalagi ya? Wkwk

Buku ini nyeritain soal kisah nyata dari seorang businessman muda bernama Dewa Eka Prayoga. Ok, mungkin sebagian dari kalian uda pernah denger namanya.

Buku yang disarankan Marry Riana untuk dibaca ini nyeritain kisah cinta Dewa dari masa kuliah, awal menikah, asal-usul namanya, orang tua dewa yang tidak setuju anaknya menikah, gonjang-ganjing rumah tangga sampai kisah Dewa yang terkena penyakit GBS (Guillain Barre Syndrome) !

Awalnya buku ini memiliki ritme cukup cepat menceritakan masa kecil Dewa dan asal-mula nama Dewa yang memiliki sangkut paut dengan mitologi Yunani. Ritme buku ini menjadi lambat usai Dewa menikahi tambatan hatinya, Haura tanpa proses pacaran.

Di sinilah Dewa bersama keluarga kecilnya yang awalnya adalah seorang investor kaya harus jatuh ke jurang kemiskinan dan ditimpa hutang 8M! Keadaan begitu cepat berbalik karena ia ditipu oleh investor bodong.

Namun, Haura seorang istri lemah lembut yang begitu taat kepada-Nya dan sabar menemani Dewa terus berdoa sambil mendukung usaha yang dirintis sang suami dari nol kembali.

Haura yang sedang hamil tua saat itu harus membantu suami melunasi hutang dengan berjualan ceker. Haura yang tabah harus menghadapi kalimat-kalimat tidak mengenakkan dari mertua karena Haura dianggap pembawa sial, ia juga harus sabar menghadapi investor yang menuntut Dewa harus segera melunasi hutang.

Berkat ikhtiar dan tawakal yang luar biasa akhirnya mereka dapat melalui satu ujian. Namun, ujian itu masih belum cukup menguji bahtera rumah tangga mereka. Di tengah kesuksesan Dewa sebagai penulis sekaligus pembicara, Haura harus dihadapkan ujian karena Dewa selingkuh dengan perempuan yang mirip mantan pacarnya masa SMA.

Mertua Haura yang awalnya selalu menaruh prasangka buruk pada Haura tiba-tiba saja datang ke rumah Haura dan Dewa kemudian mengungkapkan kekecewaan anaknya sendiri yang mempermainkan perempuan. Dewa yang merasa bersalah dan amat menyesal berusaha untuk bertaubat dengan melaksanakan shalat taubat dan berhijrah.

Sekali lagi, cobaan tidak berhenti disitu. Ujian paling berat dirasakan saat Dewa berada diambang kematian saat menderita GBS. Di sinilah Allah benar-benar menguji kesabaran dan keimanan seorang hamba. Sedangkan syetan berusaha keras membuat Haura putus asa dari rahmat-Nya.

Berkat kegigihan keduanya memohon doa kesembuhan, akhirnya Dewa diberi kesempatan kedua oleh-Nya untuk hidup dan terus menebar kebaikan.

Mungkin itu sedikit review dari novel yang fantastis ini. Awalnya aku ngira ini novel bakal ngebosenin karena tebel, kedua aku ngerasa novel ini ngga banget karena di awake cerita Asma Nadia mempercepat alur. Tapi, ternyata novel ini memberikan sentuhan berbeda ketika Dewa dihadapkan pada ambang kematian. Mendadak mencekam dan benar-benar membuktikan kekuatan untaian doa. Terima kasih Asma Nadia telah menyuguhkan biografi dengan cara yang unik. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar