Oh ya,
ngomong-ngomong soal ilmu, kalian pernah nggak sih nanya-nanya ilmu ?
hmm...ilmu yang bermanfaat ? barokah ? kaya apa sih ? Apa yang bisa di buat
masuk universitas negeri ? Apa yang bisa buat dapetin peringkat kelas ? Apa yah
? Kali ini mimin bakal bahas tentang ilmu yang bermafaat kaya apa sih ? Tapi,
ama bahasa yang rada formal yah. Kan dari kemaren-kemaren bahasanya uda ‘
nyeleneh’ la sekali-kali lah formal kaya khazanah tuh hehe...yauda mari kita
lihat pembahasannya....
Bismillahirrohmanirrohim,
sebagai umat muslim kita di wajibkan untuk menuntut ilmu. Salah satu bukti
kalam Allah yang menjelaskan pentingnya kita untuk menuntut ilmu adalah Q.S.
Al-Alaq ayat 1 yang berbunyi
اقْرَأْ بِاسْمِ
رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Artinya : Bacalah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu Yang menciptakan
Wahyu yang pertama kali di turunkan Allah Swt. kepada nabi Muhammad
Saw. Menjelaskan bahwa menuntut ilmu amatlah penting. Iqro’ memiliki arti
bacalah. Karena dengan membaca kita akan mengetahui, dengan membaca kita akan
berilmu. Karena jika kau menginginkan dunia maka kau harus menuntut ilmu. Contohnya,
saat kita menduduki usia anak-anak atau remaja kita di tuntut bersekolah untuk
menimba ilmu sebanyak-banyaknya yang nantinya akan kita persiapkan terjun ke
dunia masyarakat, untuk bekerja karena bekerja pasti memerluka keahlian, dan
keahlian itu adalah bagian dari ilmu.
Jika kau menginginkan akhirat maka
kau juga harus memiliki ilmu. Contohnya, saat kita hendak melaksanakan ibadah
shalat kita harus mengetahui bacaan-bacaan dalam shalat. Untuk itu kita harus
belajar, dengan belajar kita akan mendapat ilmu. Kita dapat melaksanakan
berbagai macam ibadah, dengan beribadahlah kita dapat meraih akhirat, yakni
surga Allah. Sudah jelas ilmu amat penting perannya untuk meraih dunia dan
akhirat. Lalu, jika saat ini kita sedang menimba ilmu, mungkin kita pernah
bertanya. “ Ilmu yang bermanfaat itu kaya apa sih ? Apa yang bisa buat masuk
PTN ? Masuk sekolah idaman ?”
Dan, ini adalah
beberapa ciri-ciri ilmu yang bermanfaat :
- Menghasilkan
rasa takut dan cinta kepada Allah .
- Menjadikan
hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan
selalu bersikap tawaduk.
- Membuat
jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun
sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.
- Menumbuhkan
rasa zuhud terhadap dunia.
- Senantiasa
didengar doanya.
- Ilmu
itu senantiasa berada di hatinya.
- Menganggap
bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan.
- Menjadikannya
benci akan tazkiah dan pujian.
- Selalu
mengharapkan akhirat.
- Menunjukkan
kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia
adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian.
- Tidak
mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang
lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan
ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah,
bukan untuk kepentingan pribadinya.
- Berbaik
sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada
dirinya.
- Mengakui
keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa
tidak bisa menyaingi martabat mereka.
- Sedikit
berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali
dengan ilmu. Sesungguhnya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil
dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk
berbicara, tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada Allah
Ta'ala.
Dan, terakhir agar
ilmu kita dapat bermanfaat, layaknya kita selalu berniat beribadah untuk
menggapai ridho Allah. karena dengan berniat menggapai ridho-Nya. Secara otomatis
Allah akan menaikkan derajat kita baik di mata Allah dan di mata sesama
manusia. Sekian. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum wr.wb.
https://www.google.co.id/gws_rd=cr,ssl&ei=qVJ9Vf6nFMPSmAX084DQAg#q=ciri+ciri+ilmu+bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar