Sabtu, 11 Juli 2015

Aurora Borealis



 Prolog
Aku pernah bertanya sebenarnya untuk apa aku  hadir di dunia ? Apa untuk menemani ayah dan ibuku atau aku hanya pelengkap saja ? Apa ada yang membutuhkanku suatu hari nanti ? Hari terus berjalan dan aku tak kunjung menemukan jawaban. Hingga suatu hari aku meilhat sebuah gambar indah di salah satu pasar kumuh.

            Ku pandangi gambar tersebut, seperti tak asing, gambar apakah ini ? Aku berfikir keras menggali kembali masa laluku. Aku pernah mendengar kisah tentangnya, tentang asal usul terjadinya dan segelanya tentangnya. Dialah pelangi malam. Yang muncul di Bumi bagian utara. Aurora. Keanekaragaman warnanya selalu tampak indah, aurora muncul dari pantulan medan magnetik Bumi.
            Tapi, tunggu kisah itu berhenti, terngiang-ngiang di kepalaku beberapa saat ada kalimat yang membuatku termenung sejenak. Aurora munculnya tidak bisa di perkirakan, jadi hanya keberuntungan yang dapat mempertemukanmu dengan aurora. Hatiku seakan terpanggil, sebuah ketenangan menjalar.
            Pasti ada sebuah petunjuk di sana, mengapa aku terlahir di sini, mengapa harus ada di Bumi. Pasti ada sebuah rahasia di sana, yang menjelaskan pertanyaanku selama 15 tahun hidup di dunia. Aku memeluk diriku, menatap wajahku di bawah danau melalui cahaya pantulan Bulan. Aku tersenyum, merasakan angin menyapu wajahku. Aku akan ke sana, berusaha dan menanti keindahan pelangi Kutub Utara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar