Prolog
Aku
pernah bertanya sebenarnya untuk apa aku hadir di dunia ? Apa untuk menemani ayah dan
ibuku atau aku hanya pelengkap saja ? Apa ada yang membutuhkanku suatu hari
nanti ? Hari terus berjalan dan aku tak kunjung menemukan jawaban. Hingga suatu
hari aku meilhat sebuah gambar indah di salah satu pasar kumuh.
Ku pandangi gambar tersebut, seperti
tak asing, gambar apakah ini ? Aku berfikir keras menggali kembali masa laluku.
Aku pernah mendengar kisah tentangnya, tentang asal usul terjadinya dan
segelanya tentangnya. Dialah pelangi malam. Yang muncul di Bumi bagian utara.
Aurora. Keanekaragaman warnanya selalu tampak indah, aurora muncul dari
pantulan medan magnetik Bumi.
Tapi, tunggu kisah itu berhenti,
terngiang-ngiang di kepalaku beberapa saat ada kalimat yang membuatku termenung
sejenak. Aurora munculnya tidak bisa di perkirakan, jadi hanya keberuntungan
yang dapat mempertemukanmu dengan aurora. Hatiku seakan terpanggil, sebuah
ketenangan menjalar.
Pasti ada sebuah petunjuk di sana,
mengapa aku terlahir di sini, mengapa harus ada di Bumi. Pasti ada sebuah
rahasia di sana, yang menjelaskan pertanyaanku selama 15 tahun hidup di dunia.
Aku memeluk diriku, menatap wajahku di bawah danau melalui cahaya pantulan
Bulan. Aku tersenyum, merasakan angin menyapu wajahku. Aku akan ke sana,
berusaha dan menanti keindahan pelangi Kutub Utara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar