Setelah di akun facebook saya, saya menceritakan
perenungan saat pulang les, sekarang saya ingin merenungkan hal yang menjadi
trending topic beberapa bulan terakhir. Dan, perenungan ini menggetarkan hati
saya karena bisikan-Nya. Tepat usai melaksanakan shalat isya berjamaah di
musholla depan rumah, seakan hati saya diketuk.
Kemana saja kau selama ini, Bung ?
Haha...16 tahun sudah kau mengenyam pendidikan di sekolah
berbasis agama Islam, ilmu apa yang kau dapat, Nak ?
Ilmu apa yang saya dapat ? *duarrrrrrrrrrr
Saya benar-benar ingin menangis saat itu juga. Ya !
Itulah alasan saya enggan terlalu berjibaku untuk ikut berjihad bersama 2,3
juta umat di Jakarta 4 November lalu. Karena ilmu saya. Bagaimana tidak ? Saya
baru mengenal kitab abain nawawi, riyadhus solihin, tulisan arab pegon, membaca
Al Quran beserta maknanya sejak saya duduk di bangku madrasah aliyah !
Allahuakbar, jadi 17 tahun saya hidup di dunia ini hanya saya habiskan untuk
bersenang-senang, mencari dan memperdalam ilmu dunia, jarang sekali memberi
perhatian khusus terhadap ilmu akhirat.
Saya
bahkan tak menganal deretan nama ulama Indonesia yang amat hebat, saya hanya
mengetahui sedikit dari ribuan hadits Rasul, itulah yang buat saya minder, malu.
Benarlah firman Allah :
“Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta
untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum
habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan
sebanyak itu pula.” (QS. Al Kahfi: 109)
“Dan
seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta),
ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya
(dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat.” (QS. Luqman: 27).
Dan,
percayalah. Bahwa Islam itu adalah agama indah, rahmatan lil alamin firman Allah selalu haq, tak ada yang
menyalahi. Yang membuat agama ini terlihat buruk adalah orang Islam yang salah
memahami Islam. Saya muslim, saya sering melakukan salah karena saya menusia biasa. Jadi, jika saya melakukan kesalahan, maka salahkan saya, jangan agama saya. Dan, tugas saya sebagai kadar muslim adalah bak lebah, menebar kebaikan, menjadi MANUSIA WAJIB sebagaimana meneladani akhlak Rasulullah, sahabat beserta keluarga beliau :)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/02/16/394/ilmu-allah/#ixzz4Pz9ANlTJ
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Tidak ada komentar:
Posting Komentar