Sabtu, 02 Desember 2017
Berdagang (Belajar Syukur dan Melatih Resilience)
“ Selama ada mimpi disitulah ada harapan. Selama ada harapan, disitulah aku dapat berjuang dan terus berjuang. Jatuh-bangun, jatuh-bangun lagi, jatuh-bangun lagi.” -Ms. Merry-
Assalamualaikum sahabat spring gallery. Yuhuuu...malam minggu yang ngga bikin happy karena uas di depan mata. Buat temen-temen yang lagi nganggur, bolehlah sempetin baca artikel yang insyaAllah memberi manfaat. Semoga hidayah Allah selalu menaungi kita setiap hari ya..insyaAllah aamiin ...
Hmm..pada penasaran ngga nih baca judulnya ? Ngga ? Yaudah hehe...harus penasaran dong (mimin maksa nih) ngga kok, bercanda..
Oke, mimin sedikit ingin berbagi cerita mengenai berdagang saudara-saudaraku. Sedikit pengalaman kecil yang semoga bermanfaat untuk kita semua. Tidak hanya untuk yang membaca, tapi untuk diri mimin sendiri yang suka kendor semangat dakwah dan belajarnya.
Jadi, malam itu saat mimin lagi khusyu belajar tiba-tiba adik mimin kirim pesan tuh. Kasih kabar kalau Abi habis kecelakaan. Mimin langsung kaget, mimin coba telfon adik, sayangnya adik ngga berani angkat telfon mimin takut ketahuan Umi hehe..
Seketika mimin langsung drop. Meski keadaannya abi alhamdulillah baik-baik saja, tapi mimin takut kala-kalau orang tua membutuhkan biaya operasional, padahal mimin saat itu butuh banget uang buat bayar laptop yang sudah satu bulan di service belum mimin ambil karena nunggu waktu yang pas buat kasih kabar orang tua.
Mimin mikir tuh, mimin putar otak. Mimin ngga bisa diam, hanya nahan perut dan hemat habis-habisan. Mimin mikir ngga akan kuat dan yang pasti mimin merasa bodoh, bersalah karena ngga bisa berbuat apa-apa.
Mimin mikir dan mikir, akhirnya 3 hari kemudian mimin memutuskan untuk kerja. Ya, mimin berdagang kue basah kecil-kecilan. Mulai dari martabak, terang bulan, roti pabrik 1000an, bakpao dan makroni.
Sejak hari itu mimin berangkat pagi sekali pergi ke pasar ambil kue basah. Keliling kampus meletakkan kue basah ke tiap fakultas, perpustakaan di kantin kejujuran, siangnya keliling antar order an, sorenya keliling lagi ambil kardus sisa berjualan.
Rutinitas itu mimin lakoni satu mingguan. Mimin jadi jarang makan nasi. Mimin makan nasi kalau ada acara kampus yang kasih makan gratis (oke, mahasiswa. Putus sudah nadi kemaluan kalau kepepet) hehe...
Pernah tuh suatu sore (suasananya hujan deras. Sementara mimin harus muterin kampus yang entah lebarnya berapa hektar sambil jalan kaki) waktu mimin ambil kardus-kardus tempat kue basahnya. Ada yang masih utuh. Jadi, kue basah mimin sampai dikerubung semut, pernah juga kecurian. Mereka makan tanpa bayar, bahkan pernah satu kardus dan kue basahnya ilang entah kemana. Hilang barengan sama kardusnya.
Tapi, itu semua membuat mimin lebih bersyukur, membuat mimin lebih terlatih dan Allah membuat koping mimin lebih terasah. Ada berbagi hal yang memang melelahkan, membuat sesak dada. Namun, jika perjuangan yang dibutuhkan mengapa tidak ?
Dan, yang terpenting dari semua itu. Jangan lupa untuk meniatkan segala amalan kita lillah. Bayangkan ada deretan angka yang tertulis secara horizontal sebanyak 10 digit. Jika angka itu dikali 0 maka tidak akan berarti. Analoginya sama jika kita tidak meniatkan seluruh ikhtiar kita untuk Allah, semuanya akan sia-sia. Namun, jika deretan angka itu kita kali dengan angka 1 saja, angka itu akan berarti. Mari luruskan niat, luruskan mimpi, capai tujuan. Pertanyaannya, kejutan apa yang akan kita buat di tahun 2018 ? 2019 ? 2020 ? Akhirat nanti ? Mari kita ukir sejarah untuk menggebrak batasan dunia hingga bertemu Rasulullah dengan-Nya di akhirat nanti. TabarakAllah. Jazakillah khairan. Wassalamualaikum
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar