Maafkan mimin yang baru sempat
menyapa saudaraku sekalian. Hari ini mimin akan membahas satu judul sederhana,
namun dengan cara yang insyaAllah kita dapat memahami dengan mudah dan semoga
dapat mengambil hikmah sekaligus mengamalkan dikehidupan sehari-hari agar Allah
menambah ilmu yang tidak kita ketahui.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad :7)
Ath Thobari mengatakan bahwa makna dari “Sesungguhnya Allah pasti
menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” Yaitu Allah swt pasti
meonolong orang-orang yang berperang di jalan-Nya agar kalimat-Nya
tinggi terhadap musuh-musuh-Nya. Maka makna pertolongan Allah kepada
hamba-Nya adalah bantuan-Nya kepadanya sedangkan makna pertolongan
hamba-Nya kepada Allah adalah jihad orang itu dijalan-Nya untuk
meninggikan kalimat-Nya.” (Tafsir At Thobari juz XVII hal 651)
Sedangkan al Qurthubi mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang
menolong agama dan nabi-Nya. (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz XII hal
386)
وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya : “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya
dan rasul-rasul-Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah
Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hadid : 25)
Sayyid Qutb mengatakan bahwa “dan supaya Allah mengetahui siapa yang
menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak
dilihatnya..” Adalah isyarat untuk berjihad dengan menggunakan senjata.
Permasalahan ini diletakkan dalam ayat yang berbicara tentang
pengorbanan jiwa dan harta.
Tatkala berbicara tentang “Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.”
Kemudian Allah melanjutkannya dengan menjelaskan makna pertolongan
mereka kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menolong manhaj dan da’wah-Nya,
adapun Allah swt tidaklah membutuhkan pertolongan dari mereka.
“Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (Fii Zhilalil Qur’an
juz VI hal 4395)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “dan supaya Allah mengetahui siapa
yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak
dilihatnya.” Orang yang menolong Allah swt dan Rasul-Nya dengan memiliki
keinginannya membawa senjata. “Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha
Perkasa.” adalah Dia swt menolong orang yang menolong-Nya yang
sebetulnya Dia swt tidak membutuhkan pertolongan dari manusia. Adapun
disyariatkannya jihad adalah untuk menguji sebagian kalian dari sebagian
yang lain.” (Tafsir Ibnu Katsir juz VIII hal 28)
Sayyid Qutb mengatakan,”Bagaimana orang-orang beriman menolong Allah
sehingga mereka menegakkan persyaratan dan mendapatkan apa yang
disyaratkan bagi mereka berupa kemenangan dan diteguhkan kedudukan ?”
Beliau melanjutkan,”Sesungguhnya mereka memurnikan Allah dalam hati
mereka dan tidak menyekutukan-nya dengan sesuatu baik syirik yang nyata
maupun yang tersembunyi serta tidak menyisakan seseorang atau sesuatu
pun bersama-Nya didalam dirinya. Dia menjadikan Allah lebih dicintai
dari apapun yang dia cintai dan sukai serta meneguhkan hukum-Nya dalam
keinginan, aktivitas, diam, saat sembunyi-sembunyi, terang-terangan
maupun saat malunya, maka Allah akan menolongnya dalam diri mereka.
Dari sedikit penjelasan di atas, kita mengetahui bahwa pentingnya untuk menolong agama Allah. Sedangkan contoh peran nyata yang dapat kita lakukan sebagai pelajar dalam menolong agama Allah adalah berjihad di dalamnya. Ya, berjihad bukan hanya tentang angkat senjata dan berperang. Berjihad juga dapat diartikan duduk dikursi, mencari ilmu melalui tumpukan buku-buku, berjihad dapat diartikan duduk di dalam kelas untuk memperhatikan ilmu yang disampaikan guru, jihad juga dapat diartikan menimba ilmu dengan sungguh-sungguh. Usai menimba ilmu dengan sungguh-sungguh, mari kita gunakan keahlian kita masing-masing untuk menebar kebaikan di Bumi, untuk menjadi agen muslim yang akhirnya menjadi rahmatan lil alamin untuk alam semesta. Jazakumullah khairan katsir.
Sumber : https://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hamas-fatah-israel.htm
Sumber : https://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hamas-fatah-israel.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar