Sabtu, 13 Januari 2018

Peran Pelajar Dalam Menolong Agama Allah



Assalamualaikum sahabat Spring Gallery. Apa kabar mahasiswa yang hampir menyelesaikan liburan kalian ? Apa kabar mahasiswa yang sudah menyelesaikan liburan kalian ? Dan, bagaimana kabar para saudaraku yang masih duduk di bangku sekolah atau madrasah yang sudah masuk sejak tanggal 2 Januari lalu ? Semoga rahmat Allah selalu dan memang selalu membersamai kita. Semoga hidayah Allah tak bosan menjemput kita, agar kita senantiasa bertaubat kepada Allah hingga bosan bermaksiat.
            Maafkan mimin yang baru sempat menyapa saudaraku sekalian. Hari ini mimin akan membahas satu judul sederhana, namun dengan cara yang insyaAllah kita dapat memahami dengan mudah dan semoga dapat mengambil hikmah sekaligus mengamalkan dikehidupan sehari-hari agar Allah menambah ilmu yang tidak kita ketahui.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
       Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad :7)

       Ath Thobari mengatakan bahwa makna dari “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” Yaitu Allah swt pasti meonolong orang-orang yang berperang di jalan-Nya agar kalimat-Nya tinggi terhadap musuh-musuh-Nya. Maka makna pertolongan Allah kepada hamba-Nya adalah bantuan-Nya kepadanya sedangkan makna pertolongan hamba-Nya kepada Allah adalah jihad orang itu dijalan-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya.” (Tafsir At Thobari juz XVII hal 651)
Sedangkan al Qurthubi mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang menolong agama dan nabi-Nya. (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz XII hal 386)
وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya : “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hadid : 25)
     Sayyid Qutb mengatakan bahwa “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya..” Adalah isyarat untuk berjihad dengan menggunakan senjata. Permasalahan ini diletakkan dalam ayat yang berbicara tentang pengorbanan jiwa dan harta.
     Tatkala berbicara tentang “Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” Kemudian Allah melanjutkannya dengan menjelaskan makna pertolongan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menolong manhaj dan da’wah-Nya, adapun Allah swt tidaklah membutuhkan pertolongan dari mereka. “Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (Fii Zhilalil Qur’an juz VI hal 4395)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya.” Orang yang menolong Allah swt dan Rasul-Nya dengan memiliki keinginannya membawa senjata. “Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” adalah Dia swt menolong orang yang menolong-Nya yang sebetulnya Dia swt tidak membutuhkan pertolongan dari manusia. Adapun disyariatkannya jihad adalah untuk menguji sebagian kalian dari sebagian yang lain.” (Tafsir Ibnu Katsir juz VIII hal 28)
       Sayyid Qutb mengatakan,”Bagaimana orang-orang beriman menolong Allah sehingga mereka menegakkan persyaratan dan mendapatkan apa yang disyaratkan bagi mereka berupa kemenangan dan diteguhkan kedudukan ?” Beliau melanjutkan,”Sesungguhnya mereka memurnikan Allah dalam hati mereka dan tidak menyekutukan-nya dengan sesuatu baik syirik yang nyata maupun yang tersembunyi serta tidak menyisakan seseorang atau sesuatu pun bersama-Nya didalam dirinya. Dia menjadikan Allah lebih dicintai dari apapun yang dia cintai dan sukai serta meneguhkan hukum-Nya dalam keinginan, aktivitas, diam, saat sembunyi-sembunyi, terang-terangan maupun saat malunya, maka Allah akan menolongnya dalam diri mereka.
         Dari sedikit penjelasan di atas, kita mengetahui bahwa pentingnya untuk menolong agama Allah. Sedangkan contoh peran nyata yang dapat kita lakukan sebagai pelajar dalam menolong agama Allah adalah berjihad di dalamnya. Ya, berjihad bukan hanya tentang angkat senjata dan berperang. Berjihad juga dapat diartikan duduk dikursi, mencari ilmu melalui tumpukan buku-buku, berjihad dapat diartikan duduk di dalam kelas untuk memperhatikan ilmu yang disampaikan guru, jihad juga dapat diartikan menimba ilmu dengan sungguh-sungguh. Usai menimba ilmu dengan sungguh-sungguh, mari kita gunakan keahlian kita masing-masing untuk menebar kebaikan di Bumi, untuk menjadi agen muslim yang akhirnya menjadi rahmatan lil alamin untuk alam semesta. Jazakumullah khairan katsir.

Sumber : https://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hamas-fatah-israel.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar