“Bacalah
dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
“Bacalah
dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
“Bacalah
dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
“Bacalah
dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
اقْرَأْ
بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَق َ(1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَق ٍ(2)
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ(3)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ
الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ(5)
Iqra’
(bacalah) denqan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah
Menciptakan manusia dari segumpal darah. Iqra’ (bacalah), dan Tuhanmu
lah yang Paling Pemurah, sang Mengajar (manusia) dengan perantaraan
kalam. Dia Mengajarkan kepada manusia apa sang tidak diketahuinya. (Q.
Al ‘Alaq: 1-5)
Iqra'. Adalah satu kata fi'il amr (kata perintah). Kata ini begitu viral di kalangan umat muslim karena kata ini ikut menyusun bersatu padu dengan firman Allah yang turun ke muka Bumi ini, ayat yang diwajibkan hafal untuk anak-anak yang sekolah di madrasah. Ya, apalagi jika bukan Q.S. Al-Alaq ayat 1-5. Perintah Allah yang satu ini juga akhirnya dapat dibuktikan jika kita menengok masa lalu di masa kejayaan Islam. Saat Islam menjadi pusat peradaban di zamannya. Dimana Eropa masih dibutakan akan kegelapan, Islam membawa cahaya terang benderang karena utusan Allah yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Nabi Muhammad sallallhu'alaihiwassalam.
“Bacalah
dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
Sumber : https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
Tanpa adanya beliau satu kata penting itu tidak akan tiba kepada kita yang saat ini menikmati murottal Al-Quran suara beberapa qari' ternama. Muhammad Thaha Al-Junayyd, Fatih Seferagic hingga Muzzamil Hasbalah, Salman Mubarok, dan Taqy Malik. Tanpa beliau (Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wassalam) Islam tidak akan kita peluk, tanpa beliau Al-Quran tidak akan kita dengar hingga saat ini. Allahumma shalli 'ala muhammad.
Dengan satu judul di atas, kita akan mendapatkan manfaat yang luar biasa jika kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Allah memang Maha Mengetahui tentang segala sesuatu, tak terkecuali hamba-Nya. Firman Allah yang turun pertama kali mengisyaratkan betapa urgennya satu kata itu. Karena dengan membaca segala tabir terungkap, dengan membaca kita akan mengetahui dunia lebih luas melalui Al-Quran, mengetahui bagaimana tata cara hidup melalui Al-Quran, mengetahui bagaimana cara berakhlak melalui Al-Quran, mengetahui bagaimana tatanan politik, ekonomi melalui Al-Quran. Indahnya manfaat yang dapat diperoleh dari membaca.
Jika tidak percaya, mari kita tilik sejarah kita di masa lalu. Bagaimana Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wassalam, para ahlul bait, para tabi'in yang gemar membaca, bagaimana kemudian umat setelahnya. Saat Islam dipimpin oleh dinasti-dinasti yang juga mengutamakan membaca, membangun berbagai lembaga keilmuwan. Dimana ilmu bersama para penuntut ilmu amat dihargai saat itu. Mereka orang-orang yang dipilih Allah untuk menjadi yang terdepan dalam menjunjung tinggi asma Allah. Mereka adalah garda terdepan dalam kemimpinan Islam kala itu.
Betapa kemudian masa kejayaan Islam hilang, dihancurkan seolah hanya dalam kedipan mata. Buku-buku sisa peninggalam Islam dibakar, abunya dibuang ke sungai Tigris hingga airnya bewarna hitam. Hal ini karena para pemimpin Islam sudah lupa akan panduan kehidupan, bahwa tidak seharusnya kecanggihan ilmu pengetahuan tidak di dampingi oleh pengetahuan agama yang cukup.
Dan, kebangkitan Eropa usai masa renaisance justru membuktikan kebenaran firman Allah. Iqra'. Bacalah ! Orang-orang Eropa yang dulunya berada pada masa kejahiliyahannya karena belenggu agama mereka sendiri, mereka yang dulu ikut menimba ilmu di pusat-pusat ilmu pengetahuan tempat peradaban Islam tumbuh, mereka justru mengembangkan riset-riset, temuan-temuan baru. Mereka membangu gedung-gedung dinegara mereka sendiri untuk menandingi umat Islam. Lihatlah, saudaraku.
Maka mari kita menjemput kejayaan Islam dengan banyak membaca, memperbanyak iqra', bertafakkur, bertadabbur, dan mengamalkan ilmu yang kita miliki. Jazakumullah khairan katsir.
Sumber : https://hmasoed.wordpress.com/2008/08/26/iqrak-bacalah-bismi-rabbika-dengan-nama-rabb-engkau-membuka-lembaran-baru-kemajuan-manusia-yang-manusiawi/
👍
BalasHapus