Allah, Dialah yang menciptakan
kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia
menjadikanmu seseudah lemah itu menjadi kuat, kemudian menjadi lemah kembali
dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha
Mengetahui Lagi Maha Kuasa. (QS Al-Ruum 30:54).
Assalamualaikum
saudaraku pembaca setia Spring Gallery. Semoga kita selalu dalam hidayah dan
petunjuk Allah SWT. Malam ini mimin setelah membaca buku ustadz Salim A.
Fillah
mengenai indahnya pacaran sebelum menikah, mimin membaca salah satu ayat di
atas. Setelah perenungan beberapa menit kemudian mimin ingat tentang materi
psikologi perkembangan mengenai bagaimana perkembangan manusia dari
pra-kelahiran hingga akhirnya menjadi tua dan mengalami distorsi ingatan.
Saudaraku, kita mengetahui bahwa manusia dibagi menjadi
beberapa tahap dalam masa pertumbuhannya dimulai dari masa pra-kelahira ( di
dalam rahim ibu), bayi, anak-anak awal, anak-anak akhir, remaja, dewasa awal,
pertengahan dewasa, dewasa akhir hingga lanjut usia. Dan, kesemuanya memiliki
tugas perkembangan sendiri-sendiri yang akan panjang jika kita mengkajinya.
Namun, di sini mimin tidak aka membahas tugas perkembangan maupun
kelainan-kelainan yang mengiringi perkembangan hidup manusia. Mimin hanya akan
membahas satu topik utama mengenai remaja.
Ya, dalam
psikologi masa remaja dikenal sebagai masa pencaria identitas (teori erikson),
remaja juga mengalami masa strom and
stress (G. Stanley Hall). Maksudnya adalah
pada masa ini remaja seringkali mencoba berbagai hal untuk menemukan sebuah
identitas, kita sebagai orang awam sering menyebutnya sebagai pencarian jati
diri.
Keguncangan
remaja terhadap emosinya yang belum stabil, bersifat agresif dan mulai menyukai
lawan jenis ini hendaknya kita manfaatkan (karena kita masih dalam tahap
remaja) untuk meraih cita-cita, mimpi dan mengerjakan berbagai hal positif.
Berbagai hal ditawarkan di lembaga pendidikan Indonesia, mulai dari kegiatan
positif ekstrakurikuler, organisasi hingga lomba-lomba yang dapat kita ikuti.
Hidup ini hanya sekali, maka tidak akan berguna jika kita tidak menggunakan
potensi yang diberikan Allah untuk hal-hal positif. Utamanya, mengenai remaja
yang taat ibadah lagi tekun menimba ilmu untuk kebaikan dunia dan akhirat.
Remaja macam ini pastilah menjadi menantu idaman (eh?) dan tentu saja akan
menggebrak peradaban di masa yang akan datang.
Sungguh,
tiada yang perlu disesali mengapa kita ditakdirkan untuk memiliki sikap agresif
dan mengalami masa-masa pencarian identitas dimasa remaja. Yang perlu kita
lakukan saat ini adalah mulai mengangkat kaki sekuat tenaga untuk memulai
langkah pertama. Kemudian kita dawamkan amalan itu hingga istiqomah dan
menjadikan kita remaja yang berbeda, remaja yang insya A;lah akan menyumbangkan prestasi untuk agama Allah, untuk
ummat, untuk menaikkan derajat orang tua baik dimata Allah maupun sesama
manusia. Semoga bermanfaat. Jazakumullah khairan katsir. Wassalamu’alaikum.
Sumber gambar : https://www.google.com/search?q=keep+hamasah+tumblr&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwitq_ObiNrYAhULKJQKHWpOCwMQ_AUICigB&biw=1366&bih=695#imgrc=S7VYhlMCKVpoaM:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar