Senin, 15 Januari 2018

Keep Hamasah ! (Psikologi Perkembangan dalam Al Quran)



Allah, Dialah yang menciptakan kamu  dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikanmu seseudah lemah itu menjadi kuat, kemudian menjadi lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui Lagi Maha Kuasa. (QS Al-Ruum 30:54).
Assalamualaikum saudaraku pembaca setia Spring Gallery. Semoga kita selalu dalam hidayah dan petunjuk Allah SWT. Malam ini mimin setelah membaca buku ustadz Salim A.
Fillah mengenai indahnya pacaran sebelum menikah, mimin membaca salah satu ayat di atas. Setelah perenungan beberapa menit kemudian mimin ingat tentang materi psikologi perkembangan mengenai bagaimana perkembangan manusia dari pra-kelahiran hingga akhirnya menjadi tua dan mengalami distorsi ingatan.
Saudaraku,  kita mengetahui bahwa manusia dibagi menjadi beberapa tahap dalam masa pertumbuhannya dimulai dari masa pra-kelahira ( di dalam rahim ibu), bayi, anak-anak awal, anak-anak akhir, remaja, dewasa awal, pertengahan dewasa, dewasa akhir hingga lanjut usia. Dan, kesemuanya memiliki tugas perkembangan sendiri-sendiri yang akan panjang jika kita mengkajinya. Namun, di sini mimin tidak aka membahas tugas perkembangan maupun kelainan-kelainan yang mengiringi perkembangan hidup manusia. Mimin hanya akan membahas satu topik utama mengenai remaja.
Ya, dalam psikologi masa remaja dikenal sebagai masa pencaria identitas (teori erikson), remaja juga mengalami masa strom and stress (G. Stanley Hall). Maksudnya adalah pada masa ini remaja seringkali mencoba berbagai hal untuk menemukan sebuah identitas, kita sebagai orang awam sering menyebutnya sebagai pencarian jati diri.
Keguncangan remaja terhadap emosinya yang belum stabil, bersifat agresif dan mulai menyukai lawan jenis ini hendaknya kita manfaatkan (karena kita masih dalam tahap remaja) untuk meraih cita-cita, mimpi dan mengerjakan berbagai hal positif. Berbagai hal ditawarkan di lembaga pendidikan Indonesia, mulai dari kegiatan positif ekstrakurikuler, organisasi hingga lomba-lomba yang dapat kita ikuti. Hidup ini hanya sekali, maka tidak akan berguna jika kita tidak menggunakan potensi yang diberikan Allah untuk hal-hal positif. Utamanya, mengenai remaja yang taat ibadah lagi tekun menimba ilmu untuk kebaikan dunia dan akhirat. Remaja macam ini pastilah menjadi menantu idaman (eh?) dan tentu saja akan menggebrak peradaban di masa yang akan datang.
Sungguh, tiada yang perlu disesali mengapa kita ditakdirkan untuk memiliki sikap agresif dan mengalami masa-masa pencarian identitas dimasa remaja. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah mulai mengangkat kaki sekuat tenaga untuk memulai langkah pertama. Kemudian kita dawamkan amalan itu hingga istiqomah dan menjadikan kita remaja yang berbeda, remaja yang insya A;lah akan menyumbangkan prestasi untuk agama Allah, untuk ummat, untuk menaikkan derajat orang tua baik dimata Allah maupun sesama manusia. Semoga bermanfaat. Jazakumullah khairan katsir. Wassalamu’alaikum.
Sumber gambar : https://www.google.com/search?q=keep+hamasah+tumblr&client=firefox-b-ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwitq_ObiNrYAhULKJQKHWpOCwMQ_AUICigB&biw=1366&bih=695#imgrc=S7VYhlMCKVpoaM:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar